Jaga Keluarga di Masa Wabah Covid-19

Ini dikatakan dalam materi pengkajian tafsiran Al-Hijri 1 pada Ahad, 4 Sya’ban 1441 H/ 29 Maret 2020. Berikut saripati pengkajian yang dibikin oleh Ustaz WAR Dhani, dan Ketua GNPF U Bogor Raya.

Jemaah pengajian Ahad pagi Mushola Al-Hijri 1 yang mudah2an selalu dilimpahkan bantuan dan Ridho-Nya.

Silahkan kita lanjutkan pengkajian tafsiran ini. Silakan dibuka QS Ash Shaffat (37) ayat 102. Kita awali dg membaca QS Al Faatihah.

Pelajaran dari QS Ash Shaffat (37) ayat 102 diantaranya seperti berikut:

Pertama, Keluarga ialah lembaga pertama pengajaran untuk mengajari sekalian mempraktikkan dan melatih beberapa hal yang positif, seperti taat dan hormat ke orangtua atas dasar keimanan ke Allah SWT. Lihat QS Luqman ayat 14 dan 15.

Ke-2 , Keluarga Nabi Ibrahim ialah contoh keluarga yang mendidik anaknya dengan penuh kasih-sayang dan cinta atas dasar kesayangan dan kepatuhan ke Allah SWT. Anak dididik misi serta visi hidup yang sebenarnya, yakni jadi Muslim yang istiqomah dalam iman dan amal soleh. Lihat QS Fushshilat (41) ayat 30-31.

Ke-3 , dalam keluarga dibiasakan diskusi dan permufakatan di antara orangtua dengan anak. Permufakatan dalam rencana melakukan perintah Allah SWT, seperti melakukan mimpi si ayah (Nabi Ibrahim) untuk menyembelih putra yang disayanginya (Nabi Ismail). Karena keduanya sdh mempunyai pedoman hidup yang terang, dan kepercayaan jika mimpi itu ialah betul perintah dari Allah SWT, mereka dg ikhlas dan tulus melakukannya. Walau selanjutnya ditukar oleh Allah SWT dg pemotongan satu ekor domba, yang selanjutnya jadi syariat pemotongan hewan Qurban.

Ke-4, memang arah permufakatan itu untuk melakukan perintah Allah SWT dlm kehidupan, bukan untuk membikin syariat atau ketentuan yang menyalahi ketentuan-Nya. Misalkan permufakatan bagaimana usaha tingkatkan kesadaran warga untuk melakukan aktivitas ekonomi syariah. Bukan permufakatan untuk menukar mekanisme ekonomi syariah dengan mekanisme ekonomi ribawi. Namun permufakatan ini dapat dikerjakan secara baik, jika musyawirin mempunyai misi serta visi hidup yang serupa, dan ketaatan ke Allah SWT. Lihat QS Ali Imran (3) ayat 159 dan QS As Syuro (42) ayat 38.

Ke-5, pada keadaan saat ini, kita diperintah tinggal di dalam rumah, untuk kurangi dan menghalangi penebaran Covid-19, karena itu silahkan kita gunakan untuk memperkuat kembali rumah (keluarga) sebagai lembaga pengajaran pertama kali dalam mengajari dan melatih beberapa hal yang positif di kehidupan.

Silahkan kita mengakhiri pengajian ini dg berdoa semoga Allah SWT jaga dan membuat perlindungan kita dari beragam bencana, fitnah, pandemi penyakit, dan hukuman yang hebat di dunia dan di akhirat. Amiin ya Rabbal Aalamiin..